Mahasiswa Adm Bisnis Kunjungan Industri Ke PT Indofood Sukses Makmur

Selasa, 30 April 2019 mahasiswa Jurusan Adm Bisnis angkatan 2018 melakukan Kunjungan Industri (field study) ke PT Indofood CBP Sukses Makmur di daerah Tanjung Bintang Kab Lampung Selatan. Mahasiswa yang melakukan field study berjumlah 82 orang yang merupakan peserta mata kuliah Teori Organisasi kelas Reguler A, Reguler B, dan Pararel yang diampu oleh Drs Dian Komarsyah, MSi dan Hani Damayanti, SAB, MSi. Menurut Dian K, kegiatan field study ini bertujuan untuk mencapai kompetensi psikomotorik mahasiswa tentang implementasi teori organisasi khususnya pada organisasi bisnis (private). Mereka berangkat bersama-sama ke Kab Lampung Selatan menggunakan 3 buah bis dengan dosen pendamping lapangan Prasetya Nugeraha, SAB, MSi. Organizing Comitte (OC) kegiatan field study ini adalah mahasiswa angkatan 2017 dari Kelas Internasional (Billingual Class). Menurut Ketua OC Alvin Alasi (1716051011), di PT Indofood kami diberi pemahaman tentang proses bisnis oleh Bapak Handi (Staff HRD) tentang struktur organisasi perusahaan, proses produksi, inventory, asal bahan baku (dari group Indofood), pengelolaan SDM, izin usaha, pengelolaan limbah, pemberian bonus karyawan, CSR perusahaan, beasiswa untuk anak-anak karyawan, fasilitas kendaraan untuk antar jemput pagawai perempuan, strategi marketing di Asia dan Eropa, segmen pasar di Jawa (Indomie) dan Sumatera (Intermie) yang disesuaikan dengan daya beli, inovasi dan diversifikasi produk, bagian khusus yang meneliti resep berisi para lulusan dalam negeri dan luar negeri, serta proses akusisi Cafe Abnormal oleh PT Indofood untuk mempertahankan cita rasa produk utama cafe.

Beberapa pertanyaan dari peserta field study menurut Veina Legista (1716051011) Apakah Indofood menerima mahasiswa PKL? Apakah mie instan (Indomie) memiliki kandungan pengawet? Apakah makan mie instan boleh tiap hari karena ada indikasi mengandung ‘zat lilin’? Kenapa rasa Indomie di Jawa berbeda dengan di Sumatera? Apakah bahan bakar utama proses produksi? Terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut, Bapak Handi menyatakan  setiap tahun ada mahasiswa PKL sesuai kebutuhan. Produk mie instan kami tidak ada bahan pengawet, mie instan kami goreng hingga kadar air 10%, kemudian di kemas dan ditutup. Makan mie instan boleh dilakukan setiap hari asalkan tidak di campur dengan nasi, karena bisa terjadi kelebihan karbohidrat, satu bungkus mie instan sudah mengandung 350 kalori. Sedangkan zat yang mirip “zat lilin” itu bukan zat lilin, tetapi bekas pengawetan melalui proses penggorengan. Rasa Indomie berbeda-beda antar daerah karena disesuaikan dengan cita rasa lokal. Masyarakat Sumatera tidak suka pakai saos, sedangkan di Jawa suka pakai saos. Bahan bakar utama kami adalah batu bara, cangkang sawit, dan gas bumi (elpiji). Menurut Natasia Eno Candra (1716051063) setelah pemberian materi, peserta field study di ajak untuk keliling pabrik (perusahaan) ke bagian sistem produksi dan bagian packaging mie instan. Kami juga diberi jamuan untuk menikmati produk baru Indofood yaitu mie ayam geprek. PT Indofood juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menciptakan resep, dipatenkan, dan akan di beri royalty. Di akhir acara peserta field study diberi kenang-kenangan berupa satu goody bag berisi pop mie goreng, pop mie kuah, mie ayam geprek, intermie goreng, dan sarimi ayam bawang. Setelah acara field study di PT Indofood selesai, peserta melanjutkan perjalanan ke Taman Wisata Lembah Hijau untuk melakukan gathering mahasiswa angkatan 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *